Profil
Tentang Kami
Tentang Kami
Akademi Teknologi Kesehatan Himpunan Karya Teknologi Indonesia (AKADEMI HKTI) adalah institusi pendidikan vokasi yang berkomitmen menghasilkan tenaga kesehatan di bidang teknologi kesehatan. Berdiri pada tahun 2005 di Makassar, Sulawesi Selatan, akademi ini hadir untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan yang terampil dan menguasai teknologi. Saat ini, AKADEMI HKTI menyelenggarakan 6 program studi jenjang Diploma III (D3) yang meliputi Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Radiologi Pencitraan, Teknik Gigi, Ortotik Prostetik, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, serta Teknologi Elektromedis. Seluruh program studi telah terakreditasi B oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yang menandakan bahwa mutu pendidikan yang ditawarkan telah memenuhi standar nasional.
Keunggulan akademik AKADEMI HKTI terletak pada kurikulum berbasis kompetensi yang selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi kesehatan dan kebutuhan pengguna lulusan. Lebih dari 60% mata kuliah bersifat praktik, sehingga mahasiswa dibekali keterampilan yang aplikatif dan siap kerja. Akademi ini memiliki laboratorium lengkap dan modern, seperti Lab Teknologi Laboratorium Medis, Lab Radiologi, Lab Teknik Gigi, Lab Ortotik Prostetik, Lab Rekam Medis, dan Lab Elektromedis. Selain itu, terdapat Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan untuk praktik klinik mahasiswa, serta perpustakaan dengan koleksi buku dan jurnal terbaru. Dosen-dosen AKADEMI HKTI merupakan lulusan magister dan doktor dari perguruan tinggi terkemuka, serta praktisi berpengalaman di dunia industri kesehatan.
Prestasi mahasiswa AKADEMI HKTI patut diacungi jempol. Mereka sering meraih juara dalam berbagai kompetisi tingkat nasional, seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Olimpiade Sains, dan kompetisi inovasi teknologi kesehatan. Banyak alumni yang telah tersebar di berbagai rumah sakit, laboratorium klinik, industri alat kesehatan, dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Komitmen terhadap kualitas pendidikan diwujudkan melalui sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan, akreditasi program studi, serta sertifikasi kompetensi lulusan. AKADEMI HKTI juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, industri, dan pemerintah, untuk memperkuat link and match antara pendidikan dan dunia kerja.
Sejarah
AKADEMI HKTI didirikan pada tanggal 17 Agustus 2005 oleh Yayasan Himpunan Karya Teknologi Indonesia, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan teknologi kesehatan. Latar belakang berdirinya akademi ini adalah tingginya kebutuhan tenaga kesehatan terampil di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yang saat itu masih kekurangan tenaga ahli di bidang teknologi kesehatan. Pendiri utama, Dr. Ir. H. Andi Muhammad Yusuf, M.Kes., bersama para pakar kesehatan dan teknologi, berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan vokasi yang fokus pada teknologi kesehatan. Pada awalnya, AKADEMI HKTI hanya membuka satu program studi, yaitu D3 Teknologi Laboratorium Medis, dengan jumlah mahasiswa perdana sebanyak 45 orang.
Seiring berjalannya waktu, AKADEMI HKTI terus berkembang pesat. Pada tahun 2008, dibuka program studi D3 Teknologi Radiologi Pencitraan, disusul D3 Teknik Gigi pada tahun 2010, D3 Ortotik Prostetik pada tahun 2012, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan pada tahun 2014, serta D3 Teknologi Elektromedis pada tahun 2016. Pada tahun 2015, AKADEMI HKTI berhasil meraih akreditasi B untuk seluruh program studi dari LAM-PTKes. Kampus juga terus membenahi fasilitas, seperti pembangunan gedung laboratorium terpadu pada tahun 2017 dan Rumah Sakit Pendidikan pada tahun 2019. Hingga saat ini, AKADEMI HKTI telah meluluskan lebih dari 5.000 alumni yang bekerja di berbagai institusi kesehatan di dalam dan luar negeri.
Milestone penting lainnya adalah pada tahun 2020, AKADEMI HKTI mendapatkan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pengembangan program studi Teknologi Elektromedis, serta menjalin kerja sama internasional dengan beberapa institusi pendidikan di Asia Tenggara. Pada tahun 2022, akademi ini meluncurkan pusat inovasi teknologi kesehatan yang bernama HKTI Techno Health Center, yang berfungsi sebagai inkubator bisnis dan penelitian terapan. Prestasi signifikan juga diraih pada tahun 2023, ketika tim mahasiswa AKADEMI HKTI meraih juara 1 dalam kompetisi inovasi alat kesehatan tingkat nasional. Dengan terus berbenah, AKADEMI HKTI bertekad menjadi yang terdepan dalam pendidikan vokasi teknologi kesehatan di Indonesia.
Visi & Misi
Visi AKADEMI HKTI adalah menjadi akademi teknologi kesehatan terdepan di Indonesia pada tahun 2030 yang menghasilkan lulusan profesional, berkarakter, dan mampu bersaing di era globalisasi, serta berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan riset terapan. Visi ini mencerminkan komitmen institusi untuk tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Untuk mewujudkan visi tersebut, AKADEMI HKTI menetapkan lima misi utama yang menjadi pedoman dalam setiap kegiatan tridharma perguruan tinggi.
Misi pertama, menyelenggarakan pendidikan vokasi bidang teknologi kesehatan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini diimplementasikan melalui kurikulum berbasis kompetensi, praktik kerja lapangan, dan sertifikasi kompetensi. Misi kedua, melaksanakan penelitian terapan yang inovatif. Dosen dan mahasiswa didorong untuk menghasilkan riset yang aplikatif, seperti pengembangan alat kesehatan sederhana dan sistem informasi kesehatan. Misi ketiga, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil, melalui penyuluhan kesehatan dan penerapan teknologi tepat guna. Misi keempat, membangun kemitraan strategis dengan berbagai institusi. Kerja sama dengan rumah sakit, industri, dan pemerintah terjalin untuk memperkuat link and match. Misi kelima, mengembangkan tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel, didukung oleh sistem informasi manajemen yang terintegrasi. Seluruh misi ini dijalankan secara sinergis untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.
Akreditasi & Penjaminan Mutu
AKADEMI HKTI telah meraih akreditasi B untuk seluruh program studi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Status akreditasi ini merupakan bukti pengakuan eksternal terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan. Selain itu, institusi juga memiliki izin operasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu, AKADEMI HKTI menerapkan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan standar internasional. SPMI dijalankan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang bertugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan mutu secara berkelanjutan.
Berbagai upaya peningkatan kualitas terus dilakukan, seperti pelatihan dosen, pengembangan kurikulum, dan peningkatan sarana prasarana. AKADEMI HKTI juga secara rutin melakukan audit mutu internal dan survei kepuasan pengguna lulusan. Hasilnya, tingkat kepuasan pengguna lulusan mencapai 85% pada tahun 2025. Selain itu, akademi ini mendorong program studi untuk meraih akreditasi unggul. Saat ini, dua program studi sedang dalam proses reakreditasi untuk meningkatkan status dari B menjadi A. Komitmen terhadap penjaminan mutu juga diwujudkan melalui penerapan budaya mutu di seluruh sivitas akademika, sehingga setiap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selalu berorientasi pada peningkatan kualitas.